Total Tayangan Laman

Jumat, 08 Maret 2013

Menentukan Validitas Butir Soal


oleh Muhamad Khotib (alumni pascasarjana unila 2011)
Kesahihan atau valisiditas soal atau instrumen dapat diukur dengan mudah dengan menggunakan program Simpel PAS. Validitas adalah kesahihan soal/ intrumen (Arikunto, 2009: 65). Sedangkan menurut Sukardi (2008: 31) validitas adalah derajat yang menunjukkan di mana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur.
Validitas ada 2 macam, yaitu validitas logis dan validitas empiris. Validitas logis adalah validitas diperoleh atas dasar hasil pemikiran berfikir logis melalui proses penganalisaan secara rasional dengan tepat mengukur apa yang seharusnya diukur (Sudijono: 2008: 164). Sedangkan menurut Arikunto (2009: 65) validitas logis sebuah instrumen menunjuk kepada kondisi bagi sebuah instrumen yang memenuhi persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran.
1. Validitas Logis.
Validitas logis terdiri dari dua macam, yaitu validitas isi (content validity) dan Validitas Konstrak (Construct Validity). Validitas isi dari suatu tes hasil belajar adalah validitas yang diperoleh setelah dilakukan penganalisaan, penelusuran atau pengujian terhadap isi yang terkandung dalam tes hasil belajar tersebut. Sukardi (2008: 32) validitas isi adalah derajat dimana sebuah tes evaluasi mengukur cakupan substansi yang ingin diukur. Sedangkan Validitas konstrak adalah soal yang dibuat dapat mengukur setiap aspek berfikir yang ada pada standar isi atau pemetaan standar isi dengan merinci atau memasangkan setiap butir soal dengan setiap aspek pada standar isi.
2. Validitas Empiris
Menurut Arikunto (2009: 66) validitas empiris adalah validitas yang diperoleh berdasarkan pengalaman dengan cara diujikan. Sedangkan menurut Sudijono (2008: 167) validitas empiris adalah ketepatan mengukur yang didasarkan pada hasil analisis yang bersifat empirik.
Ada empat macam validitas empiris, diantaranya: validitas butir, validitas keseluruhan, validitas, validitas ada sekarang dan validitas prediktif.
Validitas Butir, Sebuah butir memiliki validitas tinggi jika skor butir memiliki kesejajaran dengan skor total artinya memiliki korelasi yang baik (Arikunto, 2009: 76). Validitas ini ditentukan dengan membandingkan antara skor butir dengan skor total. untuk menghitung validitas butir digunakan rumus product moment dan koefisien korelasi biserial (γ_pbi).
Rumus Product Moment dengan Simpangan
http://simpelpas.files.wordpress.com/2011/03/produk-momen-simpangan.jpg?w=300
Keterangan:
r_xy = Koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y. dua variabel yang dikorelasikan (x=X-X ̅ dan y=Y-Y ̅)
∑xy = Jumlah perkalian x dan y
x^2 = kuadrat dari x
y^2 = kuadrat dari y
Rumus Product Moment Angka Kasar
http://simpelpas.files.wordpress.com/2011/03/produk-momen-angka-kasar.jpg?w=300
Keterangan:
rxy = Koefisien korelasi
∑X = Jumlah skor butir
∑Y = Jumlah skor total
N = Jumlah sampel
Rumus Korelasi rpbis
http://simpelpas.files.wordpress.com/2011/03/rpbis.jpg?w=300
Keterangan:
γ_pbi = koefisien korelasi biserial
M_p = rerata skor dari subjek yang menjawab betul bagi butir yang dicari validitasnya
M_t = rerata skor total
S_t = standar deviasi dari skor total
p = proporsi peserta didik yang menjawab benar
q = proporsi peserta didik yang menjawab salah (q=1-p)
Perhitungan validitas butir dilakukan dengan membandingkan skor butir dengan skor total menggunakan ketiga rumus di atas.
Validitas Keseluruhan, Sebuah tes dikatakan memiliki validitas keseluruhan jika hasilnya sesuai dengan kriterium, dalam arti tes tersebut memiliki kesejajaran antara hasil tes tersebut dengan kriterium. Kriterium pembanding yang digunakan adalah sebuah skor nilai yang dianggap valid untuk dijadikan acuan.
Validitas Ada Sekarang (Concurrent Validity), sebuah tes memiliki validitas ada sekarang jika hasilnya sesuai dengan pengalaman. Sebuah tes memiliki validitas empiris jika hasil tes setelah dipasangkan sesuai dengan pengalaman (data lampau yang ada sekarang – concurrent) (Arikunto, 2009: 68). Validitas ini hampir sama dengan validitas keseluruhan tetapi untuk mengukur instrumen yang ada sekarang berdasarkan data lampau sebagai kriterium. misal mengukur validitas soal ulangan akhir semester menggunakan data ulangan harian sebagaoi kriterium.
Validitas Prediksi (Predictive Validity), sebuah tes dikatakan memiliki validitas prediksi apabila mempunyai kemampuan memprediksi atau meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang (Arikunto, 2009: 69)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar