Total Tayangan Laman

Jumat, 31 Mei 2013

Simulasi Digital sebagai Pengembangan KKPI SMK


umat, 31 Mei 2013


Selama 2 hari kemarin, telah diadakan  diskusi tentang pengembangan kurikulum SMK untuk mata diklat Simulasi Digital bersama dengan perwakilan guru SMK, pihak industri, Direktur PSMK, Direktur SEAMOLEC, Kasubdit Pembelajaran SMK dan SEAMOLEC expert team.
Didampingi oleh Direktur SEAMOLEC, Bpk Gatot Hari Prijowirjanto, saatnya Kasubdit pembelajaran PSMK, BpkAgung Budi Susanto untuk menjelaskan Struktur Kurikulum SMK 2013.
Mata Pelajaran “Pengelolaan Informasi” yang terdapat pada struktur kurikulum 2013 untuk Bidang Keahlian Teknoogi Informasi dan Komunikasi (yang sudah dipublish sebelumnya), rencananya akan digantikan oleh Mata Pelajaran Simulasi Digital, dengan bobot waktu yang sama. Sedangkan untuk jurusan selain TIK, jam untuk mata pelajaran ini akan dipecahkan dari mata pelajaran tertentu yang memiliki jumlah jam yang relatif ‘gemuk’.
Mata pelajaran Simulasi digital ini rencananya pada awal penerapan Kurikulum 2013 wajib diterapkan kepada seluruh SMK Invest. Dan para guru yang akan mengajar mata pelajaran Simulasi Digital ini adalah mantan Guru KKPI yang telah memiliki sertifikat kompetensi Simulasi digital.
Maka, sebelum diterapkan mata pelajaran Simulasi Digital ini, para guru Simulasi Digital (mantan guru KKPI) akan dilatih oleh master trainer melalui ICT Center di tiap kabupaten. Dan setelah pelatihan, guru Simulasi Digital akan diuji (test) untuk mendapatkan sertifikat tersebut.
Selanjutnya, adalah tugas kami (peserta workshop) untuk menentukan konten dari mata pelajaran ini. Maka, berdasarkan diskusi dengan beberapa pihak industri pada hari sebelumnya, dan dengan melihat perkembangan teknologi dan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan pihak industri saat ini, maka kami merumuskan beberapa konten materi Simulasi Digital sebagai berikut :
  • Ø  Pembelajaran Kolaboratif
  • Ø  Digital Book
  • Ø  Komunikasi dan Interaksi online
  • Ø  Video Editing
  • Ø  Simulasi Visual


5 kompetensi dasar di atas, selanjutnya kami kembangkan ke dalam beberapa Kompetensi dasar, sebagai berikut :
 

Setelah mengembangkan kompetensi dasar, kami membuat rancangan rencana pelatihan untuk master traineryang akan melakukan kegiatan pelatihan bagi guru Simulasi Digital. Pelatihan master trainer ini akan dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan bekerja sama dengan SEAMOLEC.

Semua rancangan tersebut selanjutnya akan dikembalikan kepada pihak Direktorat PSMK untuk segera ditindaklanjuti…

Sabtu, 18 Mei 2013

Perhitungan Beban Kerja Guru (Mempermudah Data Validasi PTK) news

Perhitungan Beban Kerja Guru ( Data Validasi PTK)

RUJUKAN PERHITUNGAN BEBAN KERJA GURU

UNTUK MEMBANTU KELENGKAPAN PENGISIAN PTK GURU

BEBAN KERJA GURU



(Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008)

1. Guru tanpa tugas tambahan adalah 24 s.d 40 jam tatap muka dalam 1 minggu (Psl 52 (2)), dilaksanakan minimal 6 jam tatap muka pada sekolah tempat tugas sebagai guru tetap (Psl 52 (3))

2. Guru yang mendapat tugas tambahan:

1) Kepala sekolah minimal 6 jam tatap muka dalam 1 minggu atau membimbing minimal 40 orang siswa bagi kepala sekolah yang berasal dari guru BK/konselor (Psl 54 (1))

2) Wakil kepala sekolah minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu atau membimbing minimal 80 orang siswa bagi kepala sekolah yang berasal dari guru BK/konselor (Psl 54 (2))

3) Kepala program keahlian (SMK) minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu (Psl 54 (3))

4) Kepala perpustakaan minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu (Psl 54(2 )

5) Kepala laboratorium dan bengkel/unit produksi (SMK) minimal 12 jam tatap muka dalam 1 minggu (Psl 54 (5))

3. Guru BK membimbing minimal 150 siswa per tahun pada satu atau lebih sekolah (Psl 54 (5))

WAKIL KEPALA SEKOLAH

1. Jumlah wakil kepala sekolah maksimal 4 orang yang terdiri dari Urusan Kurikulum, Urusan Kesiswaan, Urusan Sarana Prasarana, dan Urusan Hubungan Masyarakat (Instrumen PK tugas tambahan guru pada Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010)

2. Berdasarkan Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 (Standar Pengelolaan):

1) SD tidak memiliki wakil kepala sekolah

2) SMP memiliki 1 wakil kepala sekolah

3) SMA memiliki 3 wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, dan Sarana Prasarana)

4) SMK memiliki 4 wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan Hu- bungan Industri)

3. Berdasarkan SK Dirjen Dikdasmen Depdiknas RI Nomor 541/C.C3/Kep/MN/2004 tentang Pedoman Tipe SMP:

1) Tipe A (≥ 27 rombel) : memiliki 3 wakil kepala sekolah

2) Tipe A1 (24-26 rombel) : memiliki 2 wakil kepala sekolah

3) Tipe A2 (21-24 rombel) : memiliki 2 wakil kepala sekolah

4) Tipe B (18-20 rombel) : memiliki 2 wakil kepala sekolah

5) Tipe B1 (15-19 rombel) : memiliki 2 wakil kepala sekolah

6) Tipe B2 (12-14 rombel) : memiliki 1 wakil kepala sekolah

7) Tipe C (9-11 rombel) : memiliki 1 wakil kepala sekolah

 Tipe C1 (6-8 rombel) : tidak memiliki wakil kepala sekolah

9) Tipe C2 (3-5 rombel) : tidak memiliki wakil kepala sekolah

4. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 dan SK Dirjen Dikdasmen Depdiknas

RI Nomor 541/C.C3/Kep/MN/2004:

1) SMA/SMK memiliki 4 wakil kepala sekolah (Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan Hubungan Masyarakat)

2) SMP berdasarkan tipe sekolah:

(1) Tipe A (≥ 27 rombel) : memiliki 4 wakil kepala sekolah

(2) Tipe A1 (24-26 rombel) : memiliki 3 wakil kepala sekolah

(3) Tipe A2 (21-24 rombel) : memiliki 3 wakil kepala sekolah

(4) Tipe B (18-20 rombel) : memiliki 3 wakil kepala sekolah

(5) Tipe B1 (15-19 rombel) : memiliki 3 wakil kepala sekolah

(6) Tipe B2 (12-14 rombel) : memiliki 2 wakil kepala sekolah

(7) Tipe C (9-11 rombel) : memiliki 2 wakil kepala sekolah

(8) Tipe C1 (6-8 rombel) : memiliki 1 wakil kepala sekolah

(9) Tipe C2 (3-5 rombel) : memiliki 1 wakil kepala sekolah

3) SD tidak memiliki wakil kepala sekolah

KEPALA PERPUSTAKAAN

(Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah)

Setiap sekolah/madrasah untuk semua jenis dan jenjang dapat mengangkat kepala perpustakaan, jika memiliki:

1. Tenaga perpustakaan sekolah/madrasah lebih dari satu orang, disepakati: minimal 1 orang

2. Rombongan belajar (rombel) lebih dari enam, disepakati: minimal 6 rombel

3. Koleksi minimal 1000 (seribu) judul materi perpustakaan, disepakati: minimal 500 judul

KETENTUAN KEPALA LABORATORIUM/BENGKEL

(Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana Prasarana)

SEKOLAH DASAR

1. Laboratorium IPA dapat memanfaatkan ruang kelas.

2. Sarana laboratorium IPA berfungsi sebagai alat bantu mendukung kegiatan dalam bentuk percobaan.

3. Setiap satuan pendidikan dilengkapi sarana laboratorium IPA

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

1. Ruang laboratorium IPA berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran IPA secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.

2. Ruang laboratorium IPA dapat menampung minimum satu rombongan belajar

3. Rasio minimum luas ruang laboratorium IPA 2,4 m/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2. Lebar minimum ruang laboratorium IPA 5 m.

4. Ruang laboratorium IPA dilengkapi dengan fasilitas untuk memberi pencahayaan yang memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.

5. Tersedia air bersih.

6. Ruang laboratorium IPA dilengkapi sarana

SEKOLAH MENENGAH ATAS

A. Ruang Laboratorium Biologi

1) Ruang laboratorium biologi berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran biologi secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.

2) Ruang laboratorium biologi dapat menampung minimum satu rombongan belajar.

3) Rasio minimum ruang laboratorium biologi 2,4 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2. Lebar minimum ruang laboratorium biologi 5 m.

4) Ruang laboratorium biologi memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.

5) Ruang laboratorium biologi dilengkapi sarana

B. Ruang Laboratorium Fisika

1) Ruang laboratorium fisika berfungsi se bagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran fisika secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.

2) Ruang laboratorium fisika dapat menampung minimum satu rombongan belajar.

3) Rasio minimum ruang laboratorium fisika 2,4 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2 . Lebar ruang laboratorium fisika minimum 5 m.

4) Ruang laboratorium fisika memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.

5) Ruang laboratorium fisika dilengkapi sarana

C. Ruang Laboratorium Kimia

1) Ruang laboratorium kimia berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran kimia secara praktek yang memerlukan peralatan khusus.

2) Ruang laboratorium kimia dapat menampung minimum satu rombongan belajar.

3) Rasio minimum ruang laboratorium kimia 2,4 m2 /peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 20 orang, luas minimum ruang laboratorium 48 m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2. Lebar ruang laboratorium kimia minimum 5 m.

4) Ruang laboratorium kimia memiliki fasilitas yang memungkinkan pencahayaan memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan.

5) Ruang laboratorium kimia dilengkapi sarana

D. Ruang Laboratorium Komputer

1) Ruang laboratorium komputer berfungsi sebagai tempat mengembangkan keterampilan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.

2) Ruang laboratorium komputer dapat menampung minimum satu rombongan belajar yang bekerja dalam kelompok @ 2 orang.

3) Rasio minimum luas ruang laboratorium komputer 2 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 15 orang, luas minimum ruang laboratorium komputer 30 m2. Lebar minimum ruang laboratorium komputer 5 m.

4) Ruang laboratorium komputer dilengkapi sarana

E. Ruang Laboratorium Bahasa

1) Ruang laboratorium bahasa berfungsi sebagai tempat mengembangkan keterampilan berbahasa, khusus untuk sekolah yang mempunyai Jurusan Bahasa.

2) Ruang laboratorium bahasa dapat menampung minimum satu rombongan belajar.

3) Rasio minimum ruang laboratorium bahasa 2 m2/peserta didik. Untuk rombongan belajar dengan peserta didik kurang dari 15 orang, luas minimum ruang laboratorium 30 m2. Lebar mi- nimum ruang laboratorium bahasa 5 m.

4) Ruang laboratorium bahasa dilengkapi sarana

Hal hal yang menyangkut Laboratorium

1. Di SMP/SMA/SMK jika terdapat laboratorium bahasa dan atau komputer

dapat diakui

2. Kepala Laboratorium diakui jika:

1. Memiliki ruangan laboratorium tersendiri

2.Memiliki sarana dan prasarana sesuai SPM

3. Memiliki/menyelenggarakan administrasi laboratorium, seperti struktur

4. organisasi, buku agenda praktik, daftar inventaris/bahan lab,

jadwalpemakaian ruang

5. Memiliki laboran dan atau teknisi lab

PENAMBAHAN JAM PELAJARAN

1. Penambahan jam pelajaran sesuai Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tetang Standar Isi maksimal 4 (empat) jam untuk seluruh mata pelajaran.

2. Penambahan jam pelajaran berdasarkan kepentingan siswa (peserta didik) dan dilakukan setelah melalui analisis konteks.

3. Penambahan jam pelajaran harus dimuat dalam dokumen kurikulum, memuat alasan penambahan jam diikuti perubahan jam dalam struktur kurikulum, silabus, dan RPP

Pendaftaran SBM PTN Dibuka 13 Mei

BERITAEDUKASI, PADANG – Panitia Lokal Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Padang mengumumkan pendaftaran SBMPTN 2013 akan dibuka pada 13 Mei dan calon mahasiswa dapat mendaftar secara online melalui situs resmi http:sbmptn.or.id.

"Pendaftaran dibuka pada 13 Mei hingga 7 Juni. Ujian tulis pada 18-19 Juni dilanjutkan dengan ujian keterampilan bagi program studi khusus," kata Ketua Panitia Lokal SBMPTN Padang 2013 Prof Agus Irianto, di Padang, Rabu (1/5).

Demikian disampaikannya dalam acara sosialisasi SBMPTN 2013 kepada kalangan media masa yang dihadiri Rektor Universitas Negeri Padang Yanuar Kiram dan Wakil Rektor I Universitas Andalas Febrin Anas Ismail serta sejumlah panitia lokal.

Menurut dia, seleksi ini dapat diikuti oleh lulusan SMA sederajat tahun 2011, 2012 dan 2013 dengan syarat yang bersangkutan dinyatakan lulus pada ujian nasional.

Calon peserta dapat melihat tata cara pendaftaran serta mengunduh borang pendaftaran ujian mulai 30 April, namun sebelumnya harus membayar biaya ujian melalui Bank Mandiri.

Ia menyampaikan, peserta membayar biaya ujian senilai Rp 175 ribu bagi kelompok saintek dan sosial humaniora serta Rp 200 ribu bagi kelompok ujian campuran.

Jika peserta memilih program studi yang mewajibkan ujian keterampilan maka calon peserta harus menentukan jumlah ujian yang diikuti maksimal tiga jenis serta membayar biaya tambahan Rp150 ribu untuk setiap jenis.

Setelah melakukan pembayaran, peserta akan menerima PIN SBMPTN 2013 untuk kemudian melakukan pendaftaran secara online dengan mengisi borang elektronik yang ada pada situs resmi, serta mengunggah pas foto berwarna ukuran 4x6 cm dengan resolusi minimal 250 dpi atau 400x600 pixel.

Jika proses pengisian telah selesai, akan keluar kartu tanda bukti pendaftaran untuk kemudian dicetak dan harus dibawa saat ujian. (BE-50)

Selasa, 14 Mei 2013

Pendaftaran SBMPTN 2013

Pendaftaran SBMPTN 2013 Sahabat sekalian, pada kesempatan kali ini Kata Ilmu akan share artikel mengenai Pendaftaran SBMPTN atau Seleksi Bersama masuk perguruan tinggi negeri tahun 2013. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 menggunakan pola ujian tertulis secara nasional yang selama ini telah dilakukan menunjukkan berbagai keuntungan dan keunggulan, baik bagi calon mahasiswa, PTN, maupun bagi kepentingan nasional.
Bagi calon mahasiswa, Ujian Tertulis sangat menguntungkan karena lebih efisien, murah, dan fleksibel. Hal ini dikarenakan adanya mekanisme lintas wilayah. Berdasarkan pengalaman yang sangat panjang dalam melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui ujian tertulis, maka pada tahun 2013, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) tetap menyelenggarakan ujian tertulis sebagai salah satu bentuk seleksi masuk PTN selain Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
sbmptn website
Seleksi yang mengedepankan asas kepercayaan dan kebersamaan ini disebut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Selain untuk lulusan tahun 2013, SBMPTN dilaksanakan untuk memberi kesempatan kepada lulusan SMA/MA/SMK/MAK tahun 2011 dan 2012, untuk mengikuti seleksi pada tahun 2013.
Jenis Ujian SBMPTN 2013
  • Tes Potensi Akademik (TPA). Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU) terdiri atas kemampuan Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
  • Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek) terdiri atas kemampuan Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.
  • Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas kemampuan Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.
  • Ujian Keterampilan: Ujian keterampilan diperuntukkan bagi peminat Program Studi bidang Ilmu Seni dan Keolahragaan; Ujian Keterampilan Bidang Ilmu Seni terdiri atas tes pengetahuan dan keterampilan bidang ilmu seni dan Ujian Keterampilan Bidang Ilmu Keolahragaan terdiri atas tes kesehatan dan kesegaran jasmani. Ujian Keterampilan dapat diikuti di PTN terdekat yang memiliki program studi yang dipilih. Daftar PTN penyelenggara ujian keterampilan secara lengkap dapat dilihat di laman http://www.sbmptn.or.id.
Jadwal Ujian SBMPTN 2013
Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 dibuka secara daring (dalam jaringan atau online) mulai 13 Mei pukul 08.00 WIB. Untuk mengakses laman pendaftaran itu, siswa harus membayar biaya pendaftaran terlebih dahulu ke Bank Mandiri, baik Mandiri Internet, Mandiri ATM, Mandiri SMS, Cabang Bank Mandiri, dan Kantor Pos, atau Kliring/RTGS, atau ATM Bank lain berlogo ATM Bersama, Link & Prima (hanya untuk daerah yang tidak terdapat cabang maupun ATM Bank Mandiri).
Biaya seleksi peserta SBMPTN ujian tertulis untuk kelompok ujian Saintek atau Soshum sebesar Rp 175.000, sedangkan untuk kelompok ujian campuran sebesar Rp 200.000. Dibandingkan dengan biaya pendaftaran SNMPTN 2012, ada kenaikan biaya SBMPTN (SNMPTN ujian tulis) sebesar Rp 25.000. Biaya peserta IPA atau IPS pada SNMPTN 2012 dikenai biaya sebesar Rp 150.000 dan IPC (campuran) Rp 175.000.
Cara Mendaftar SBMPTN 2013
Pendaftaran dilakukan secara online dan tata cara pendaftaran secara lengkap dapat dilihat pada laman http://ujian.sbmptn.or.id. Tatacara pengisian borang pendaftaran ujian tertulis dan keterampilan dapat diunduh (download) dari laman http://download.sbmptn.or.id mulai tanggal 30 April 2013.
Pendaftaran online dimulai dari tanggal 13 Mei 2013 pukul 08.00 WIB s.d 7 Juni 2013 pukul 22.00 WIB. Bagi pendaftar yang ingin mendapatkan koneksi Internet untuk pendaftaran online dapat memanfaatkan akses Internet via hotspot (Indonesia wifi / @wifi.id) di Plasa Telkom.
Jadwal Ujian Tertulis SBMPTN 2013
  • Selasa, 18 Juni 2013: Tes Potensi Akademik (TPA) dan  Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU)
  • Rabu, 19 Juni 2013: Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek) dan  Tes Kemampuan Dasar Sosial Humaniora (TKD Soshum)
Jadwal Ujian Keterampilan SBMPTN 2013
  • Ujian Keterampilan dilaksanakan pada hari Kamis dan/atau Jumat, tanggal 20 dan/atau 21 Juni 2013.
Penilaian Hasil Ujian SBMPTN 2013
Ujian tertulis menggunakan soal ujian yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan validitas, tingkat kesulitan, dan daya pembeda yang memadai. Soal ujian tertulis SBMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan umum yang diduga menentukan keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan penalaran tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang saintek dan/atau bidang social dan humaniora. Selain mengikuti ujian tertulis, peserta yang memilih program studi Ilmu Seni dan/atau Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan. Penilaian dilakukan secara menyeluruh. Oleh karena itu, setiap mata ujian harus dikerjakan sebaik mungkin dan tidak ada yang diabaikan. Penilaian hasil ujian menggunakan ketentuan sebagai berikut:
  • Jawaban BENAR: +4
  • Jawaban SALAH: -1
  • Tidak menjawab: 0
Kelompok Ujian SBMPTN 2013
Kelompok ujian tertulis SBMPTN terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:
  • Kelompok Ujian Saintek dengan mata uji TPA, TKDU, dan TKD Saintek
  • Kelompok Ujian Soshum dengan mata uji TPA, TKDU, dan TKD Soshum.
  • Kelompok Ujian Campuran dengan mata uji TPA, TKDU, TKD Saintek, dan TKD Soshum. Setiap peserta dapat mengikuti kelompok ujian Sains, Soshum, atau Campuran.
Demikianlah artikel mengenai Pendaftaran SBMPTN 2013, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ki]
TORI InfoGame

Sabtu, 04 Mei 2013

Kurikulum 2013 Tak Mengurangi Hak Guru

Ketiadaan beberapa mata pelajaran dalam Kurikulum 2013 tidak akan mengurangi hak dasar guru. Dalam praktiknya, guru mendapatkan sertifikat atas kompetensi tambahan mengajar pelajaran lain.
“Guru akan dilatih untuk pelajaran tambahan yang harus ia ampu. Hal ini tidak akan mengurangi hak apapun, termasuk tunjangan dan sertifikasi,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, saat Sosialisasi Kurikulum 2013, Sabtu (4/5), di auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Nuh menekankan, Kurikulum 2013 mengedepankan proses belajar yang bakal menumbuhkan kreativitas siswa. Metode yang digunakan adalah scientific, observasi, tanya-jawab, hingga presentasi.
“Hal pertama yang dilakukan ketika merumuskan kurikulum baru ini adalah menetapkan kompetensi yang harus dicapai oleh lulusan, baru kemudian proses dan evaluasi pembelajaran,” ungkapnya, di hadapan ratusan guru di wilayah eks-karesidenan Semarang.
Budi pekerti
Apapun mata pelajaran yang diajarkan dalam Kurikulum 2013 punya kontribusi pada penambahan keterampilan dan pembenahan sikap peserta didik. Hal itu dirasa penting karena kebanyakan siswa saat ini kurang memahami penerapan budi pekerti di masyarakat.
Aplikasi dari kebijakan tersebut ditekankan pada alokasi waktu untuk pelajaran agama dan budi pekerti, dari 2 jam menjadi 4 jam per minggu.
Nuh menepis kebenaran anggapan selama ini jika ‘ganti menteri ganti kebijakan’. Menurutnya, perubahan itu terjadi karena adanya perubahan pola akademik, industri, dan sosial-budaya.
Dia juga mengisyaratkan kepada kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan di daerah supaya mendata siswa yang tidak mampu.  ”Segera laporkan ke kementerian, jangan sampai ada anak tidak sekolah karena tak punya biaya,” katanya.
Sejalan dengan hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unnes Dr Agus Wahyudin mengatakan, Unnes semenjak tahun 2008 telah mengalokasikan beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu.
“Semenjak kepemimpinan Bapak Sudijono Sastroatmodjo, alokasi beasiswa selalu meningkat tiap tahun. Bahkan tahun ini Unnes mengalokasikan beasiswa Bidikmisi untuk 26 persen mahasiswa baru,” ujar Dr Agus.
Dokumen paparan bisa di download di sisin

DAFTAR PROGRAM BANTUAN DEREKTORAT PEMBINAAN SMK TAHUN 2013

Direktorat Pembinaan SMK dengan ini menginformasikan Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Sosial tahun 2013 kepada seluruh SMK, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kab/Kota dan Stakeholder.

Petunjuk Teknis ini menjadi acuan bagi SMK dan pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan program bantuan Direktorat Pembinaan SMK tahun 2013. Dengan demikian diharapkan terdapat kesamaan persepsi dalam membuat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Program Bantuan ini akan berjalan lancar, apabila semua yang terlibat dalam pelaksanaan program konsisten terhadap peraturan perundangan yang berlaku termasuk penerapan Juknis ini.

Hal-hal yang belum diatur dalam Juknis ini akan diatur lebih rinci dalam Surat Perjanjian Pemberian Bantuan, dan Pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Bantuan yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan SMK.

Berikut halaman untuk membuka Juknis bantuan Dikmen 2013